Short BBCA | Operating profit terendah dalam 5 tahun terakhir (Juni 2018)

BBCA – Bank Central Asia | Perbankan

Target harga 12 bulan: 19300 (-15.3%)

Harga saat artikel ini ditulis: 22250

Bank Central Asia (BCA) didirikan pada tahun 1957 oleh Salim Group. BCA adalah bank pembayaran ritel dan pembayaran terkemuka di Indonesia yang memiliki jaringan cabang dan pengiriman elektronik yang paling luas di antara bank lainnya. BCA direkapitalisasi oleh pemerintah pada tahun 1999 dan terdaftar di bursa sejak bulan Mei 2000. Konsorsium yang dipimpin oleh Farallon Capital membeli 51% dari BCA dari pemerintah Indonesia pada bulan Mei 2002. Pada 3Q17, BCA merupakan bank terbesar ketiga di Indonesia dalam hal total aset.

  • Operating profit before provisions & tax terendah dibandingkan dalam 5 tahun terakhir.
  • Net interest margin (NIM) menurun, dengan menurunnya loan yield.
  • Loan growth didorong oleh pinjaman ke institusi.
  • Kenaikan suku bunga acuan dan tidak adanya rencana untuk membangun kembali loan-loss reserve.

Operating profit before provisions & tax BBCA terendah dibandingkan dalam 5 tahun terakhir

Profit before provisions & tax BBCA 1Q18 terendah sejak 1Q13 berada di angka 48.23% terhadap income vs rata rata 1Q 5 tahun terakhir 49.94%.

Pertumbuhan pinjaman YoY sangatlah kuat di kisaran 15%, tetapi pertumbuhan ini lebih condong ke pinjaman yang diberikan ke institusi keuangan besar. Namun demikian, BCA tetap mempertahankan asumsi pertumbuhan pinjaman sebesar 10-12% untuk FY18.

ROA turun QoQ maupun YoY, ROE juga turun dikarenakan adanya pengurangan leverage ke 5.6x.

BBCA rasio 1Q18

Net interest margin (NIM) menurun, bersamaan dengan menurunnya loan yield.

NIM menurun 13bp (0.13%) QoQ bersamaan dengan menurunnya yield pinjaman. Biaya credit (cost of funds, CoF) yang lebih rendah juga mengimbangi penurunan yield pinjaman. CoF di angka 1.75% juga merupakan yang terendah sepanjang sejarah.

BBCA 1Q18 NIM, yield, and cost of funds

BBCA 2018 NIM

Loan growth didorong oleh pinjaman ke institusi.

Pertumbuhan kredit 15% YoY yang terbaik diantara bank besar, dikarenakan pinjaman kepada lembaga keuangan yang jumlahnya cenderung besar per pinjamannya, contohnya ke perusahaan multifinance, perusahaan pegadaian, dan dengan meningkatnya permintaan liburan lebaran dari industri pendukung seperti tekstil, minyak sawit, dan minuman. NIM menurun 13bp QoQ dan 26bp YoY karena penurunan yield pinjaman walaupun rate tabungan lebih rendah 15bp dan pertumbuhan deposito YoY hanya 9%.

Kenaikan suku bunga acuan dan tidak adanya rencana untuk membangun kembali loan-loss reserve.

BCA mempertahankan guidance pertumbuhan kredit sebesar 10-12%. Guidancenya juga mencakup penurunan NIM lebih lanjut dalam jangka pendek. BCA juga menaikkan suku bunga deposito sebesar 25bp pada bulan Maret. Cakupan NPL berada di 183.6%, terendah sejak 2007.

Selain itu, BCA juga melakukan pengurangan durasi treasury booknya (ada perpindahan QoQ sebesar 20 triliun (setara dengan 12% dari portfolio), dari government bonds ke secondary reserves) yang mengindikasikan tidak adanya rencana di kedepan hari untuk membangun kembali loan-loss reserve.

BBCA 1Q18 treasury portfolio

Pada target harga kami, valuasi BBCA berada di 17x PE FY19E.

BBCA Forecast 1Q18

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s