Rahasia #4: Kenali circle of competence anda

Rahasia yang keempat, penulis berjanji ini rahasia yang terakhir :).

Disiplinlah yang dimaksud dari pengertian pemahaman circle of competence (lingkaran kompetensi) kita masing-masing oleh Warren Buffett.

What an investor needs is the ability to correctly evaluate selected businesses… You don’t have to be an expert on every company, or even many.

Apa yang dibutuhkan oleh investor adalah kemampuan untuk benar benar mengevaluasi bisnis tertentu… Anda tidak harus menjadi ahli di setiap perusahaan, atau terlebih-lebih banyak perusahaan. – Warren Buffett

Buffett juga pernah memperkenalkan subjek circle of competence di memo kepada pemegang saham tahun 1996:

You only have to be able to evaluate companies within your circle of competence. The size of that circle is not very important; knowing its boundaries, however, is vital.

Anda hanya harus mampu mengevaluasi perusahaan di dalam circle of competence anda. Ukurannya tidaklah terlalu penting; mengatahui batas dari circle of competence itulah yang terpenting. – Warren Buffett

Kuncinya menurut saya adalah fokus apa yang kita ketahui dengan terlebih dahulu mengetahui apa yang tidak kita ketahui. Dalam penerapannya di perjalanan investasi kita masing-masing, ini berarti kita fokus kepada industri dan perusahaan yang kita mampu dan kompeten dalam pengertiannya, sehingga kita dapat menggunakan waktu kita dengan bijaksana, bayangkan bisakah anda menganalisa 500+ emiten di IHSG dalam waktu singkat? (tips: jauhilah emiten perbankan dan finance apabila anda baru memulai perjalanan investasi, kecuali anda mengetahui cara kerja bank, multifinance dan risikonya)

Dengan tetap fokus ke circle of competence kita, kita juga dapat membuat keputusan yang lebih baik.

Charlie Munger, Vice Chairman dari Berkshire Hathaway

You have to figure out what your own aptitudes are. If you play games where other people have the aptitudes and you don’t, you’re going to lose.

And that’s as close to certain as any prediction that you can make. You must figure out where you’ve got an edge.

And you’ve got to play within your own circle of competence. If you want to be the best tennis player in the world, you may start out trying and soon find out that it’s hopeless—that other people blow right by you.

However, if you want to become the best plumbing contractor in Bemidji, that is probably doable by two-thirds of you. It takes a will. It takes the intelligence.

But after a while, you’d gradually know all about the plumbing business in Bemidji and master the art. That is an attainable objective, given enough discipline.

And people who could never win a chess tournament or stand in center court in a respectable tennis tournament can rise quite high in life by slowly developing a circle of competence—which results partly from what they were born with and partly from what they slowly develop through work.


 

Anda harus mencari tahu apa kemampuan anda sendiri. Jika anda bermain suatu permainan, dimana orang lain memiliki bakat yang anda tidak punya, anda pastinya akan kalah.

Dan itu hampir pasti, bagaimanapun prediksi anda tentang hasil permainan tersebut. Anda harus mencari tahu di mana anda mempunyai kelebihan tersendiri.

Dan anda harus bermain dalam circle of competence anda. Kalau anda ingin menjadi pemain tenis terbaik di dunia, anda boleh mencoba dan segera mengetahui pupuslah harapan anda – orang lain akan lebih mudah mendahului anda.

Namun, jika anda ingin menjadi kontraktor pipa terbaik di Bemidji (kota kecil di Amerika Serikat), itu mungkin bisa saja dilakukan oleh sebagian besar dari anda. Yang dibutuhkan adalah kemauan, dan kecerdasan.

Tetapi setelah beberapa saat, anda secara bertahap akan mengetahui seluk-beluk industri perpipaan di Bemidji dan anda akan menguasai seninya. Itu adalah harapan yang dapai dicapai, dengan disiplin yang cukup.

Dan orang-orang yang tidak pernah bisa memenangkan turnamen catur, atau berdiri di tengah lapangan di turnamen tenis yang ternama, bisa sukses dengan perlahan-lahan mengembangkan circle of competence mereka – yang muncul dari apa yang mereka bawa dari lahir, dan apa yang mereka perlahan-lahan kembangkan melalui ketekunan bekerja.

Mengatakan untuk tetap fokus ke circle of competence kita adalah hal lebih mudah diucapkan daripada diterapkan. Banyak godaan diluar sana untuk melangkah keluar dari circle of competence kita – terutama di jaman sekarang, informasi tentang rekomendasi jual beli saham cukup tersebar luas. Kita akan tergoda untuk membeli saham yang kita tidak mempunyai pengertian akan bisnis atau industrinya, tapi sahamnya terlihat sangatlah bagus dan “murah”, dan kita tidak mau ketinggalan peluang untuk mendapatkan profit.

If we cannot find things within our circle of competence, we will not expand the circle. We will wait.

Apabila kita tidak dapat menemukan perusahaan di dalam circle of competence kita, kita tidak akan memperluas cakupannya. Kita akan menunggu. – Warren Buffett

Sayangnya, banyak orang yang tidak mempunyai kesabaran untuk menunggu, ditopang dengan mudahnya memperjualbelikan saham dengan hanya beberapa klik. Karenanya, banyak yang membuat kesalahan yang mahal dengan berinvestasi di luar circle of competence mereka, dan akhirnya menderita kerugian.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s