Strategi 2H18 – Tetap bullish dan terdiversifikasi

Performa pasar finansial 1H18 sangatlah berbeda dengan tahun 2017, 1H18 ditutup -10.7% dan ROI 1Y TTM IHSG ditutup di -4.21%.

Melihat kedepan kami tetap melihat ekonomi global berada di tahap akhir siklus ekonomi. Secara global ini dikategorikan dengan kenaikan bertahap dari inflasi, kenaikan suku bunga (terutama yang sedang dilakukan the Fed dan beberapa bank sentral lainnya) dan performa pasar modal yang positif. Ini bukan berarti juga saatnya untuk mengalokasikan 100% portofolio anda ke saham, kita tetap memilih untuk menerapkan prinsip diversifikasi. Mencoba untuk timing the market adalah hal yang sia-sia, karena itu kami tetap terus terekspos ke pasar.

Timing the market merupakan hal yang sia-sia

Banyak yang memiliki pandangan cara sukses di pasar saham itu adalah dengan membeli dibawah dan menjual di atas. Tapi banyak juga yang tidak pernah memikirkan apa dampaknya dari mencoba untuk timing the market tersebut? Selain yang tentunya kita membayar fee jual beli ke sekuritas yang lebih besar, kinerja portofolio kita tentunya tidak akan lebih baik daripada market apabila kita kelewatan hari hari terbaik di bursa.

Apa dampaknya apabila 10 hari terbaik bursa terlewatkan karena kita mencoba untuk timing the market dan mencoba untuk menunggu di harga bawah? Hasilnya kita underperform 50%! Yang rencana awalnya untuk membeli di bawah dan menjual di atas, ujung-ujungnya menyebabkan performa portofolio kita lebih buruk dari bursa.

cotd missed days

Plannya adalah untuk tetap berinvestasi tetapi terdiversifikasi. Berinvestasilah dengan jangka waktu panjang dengan mengelola volatilitas portofolio kita.

“Diversification is the only free lunch in finance”

Harry Markowitz, seorang pelopor modern portfolio theory yang juga salah satu pemenang Nobel Prize, pernah mengatakan bahwa diversifikasi adalah satu-satunya makan siang gratis di bidang keuangan.

Banyak juga yang berpikir bahwa portofolio yang terdiversifikasi di beberapa saham/aset akan mengurangi kinerja portofolio. Akan tetapi, dengan mendiversifikasikan portofolio kita, kita dapat mengurangi risiko yang diambil tanpa mengurangi kinerja portofolio. Ini sudah memasuki ranah modern portofolio theory yang agak berat, dan mungkin bisa dibedah di waktu lain.

Poin yang mau saya highlight dapat dilihat di chart di bawah.

photo6177112318790445194.jpg

Kalau portofolio kita -50%, kita butuh +100% return untuk kembali modal. Apabila kita -90%, kita butuh +900% return untuk kembali modal.

Stay invested and diversified.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s