US yield curve

Amerika Serikat (US) sebagai ekonomi terbesar dengan jangkauan pasar terbesar tentunya mempunyai dampak global terhadap pasar modal suatu negara. S&P 500 sendiri bisa dikatakan sebagai index global dikarenakan perusahaan didalamnya yang memiliki market share global yang cukup besar, sekitar 30% dari pendapatan perusahaan yang termasuk di dalam S&P 500 datangnya dari luar US. Karena itulah artikel kali ini akan fokus ke pasar US.

Ketakutan terbesar seorang investor pasar modal adalah resesi ekonomi. Apa yang bisa dikategorikan sebagai resesi? Resesi adalah penurunan signifikan dalam aktivitas ekonomi yang biasa direpresentasikan oleh GDP suatu negara yang berlangsung selama lebih dari beberapa bulan. Resesi ekonomi dapat menyebabkan penurunan profitabilitas perusahaan dan menyebabkan penurunan harga saham. Rata rata penurunan pasar saham US dari tertinggi ke terendah pada saat resesi sekitar 33% sejak tahun 1980.

Apa itu US yield curve?

US yield curve perbedaan antara 10Y dan 2Y treasury bill US yield. Perbedaan yield dengan masa jatuh tempo yang berbeda dapat memberikan ide mengenai perubahan tingkat suku bunga dan aktivitas ekonomi masa depan. Ada 3 tipe yield curve yang biasanya terjadi – normal, terbalik, atau datar.

Image result for inverted yield curve

Yield curve yang normal terjadi apabila bonds dengan masa waktu jatuh tempo yang lebih panjang memiliki yield yang lebih tinggi dibanding dengan masa waktu jatuh tempo yang lebih pendek, dikarenakan asosiasi risiko dengan berjalannya waktu.

Sebaliknya terjadi dengan yield curve terbalik. Apabila yield (imbal hasil) bonds dengan masa waktu jatuh tempo pendek lebih tinggi, bunga utang jangka pendek akan lebih mahal dan dapat memperlambat ekonomi, dan investor juga tidak lagi diberikan insentif untuk berinvestasi di instrumen jangka panjang (dan memiliki fokus jangka panjang).

Kenapa terobsesi dengan US yield curve? Haruskah kita ikut khawatir?

Secara historis apabila yield curve menjadi terbalik, biasanya itu dapat menjadi signal bahwa resesi akan kemungkinan terjadi karena investor bonds percaya kalau yield dari bonds jangka pendek akan memperlambat ekonomi yang disebabkan oleh tingginya biaya bunga utang.

US yield curve terus menerus mendatar di beberapa bulan terakhir yang disebabkan oleh kenaikan suku bunga yang dilakukan oleh bank sentral US.

US yield curve.png
US yield curve menunjukan perbedaan antara 10Y dan 2Y treasury yields (positif = normal, negatif = terbalik); area yang diwarnai adalah periode resesi US
  • Mendatarnya yield curve adalah hal yang normal di tengah-tengah kenaikan suku bunga.
  • Korelasi antara yield curve terbalik dan resesi lumayan bervariasi – terbaliknya yield curve pernah terjadi diantara 10 s/d 23 bulan menjelang resesi, dan pernah juga terjadi false signal.
  • Saham biasanya mencapai puncaknya diantara 6 s/d 9 bulan sebelum resesi terjadi. Mengurangi porsi kepemilikan saham dapat menyebabkan kita underperform dan melewatkan periode return positif. (baca https://sunbearinvestments.wordpress.com/2018/07/03/strategi-2h18-tetap-bullish-dan-terdiversifikasi/)
  • Saham biasanya masuk periode positif apabila yield bonds naik, dan yield jangka pendek naiknya lebih cepat daripada yield jangka panjang. Ini konsisten dengan pendapat bahwa saham biasanya overperform di tahap akhir siklus ekonomi.

Menurut kami sekarang bukanlah waktu tepat untuk khawatir tentang mendatarnya yield curve, tapi tetaplah bullish dan terdiversifikasi (https://sunbearinvestments.wordpress.com/2018/07/03/strategi-2h18-tetap-bullish-dan-terdiversifikasi/).

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s